Di biru langit sunyi
ingin kuceritakan sebuah rindu
yang walau kuingin itu mati
namun tetap terus bergema di kejauhan jiwa
Rasa yang tak terkejar
namun adalah api yang terus berkobar
membara dan membakar
membakar dan membara (entah apa bedanya)
menyiksa.......
setiap saat tersiksa dalam nyalanya
namun ku tak tahu harus berbuat apa
ini kisah yang sulit diungkap dalam kata
terlalu takut salah dan takut terluka (entah apa bedanya sekarang)
juga jingga dan senja entah bagaimana ku pilah
gerimis dan embun seperti tak terpisah
lalu hati semakin letih
menahan
memendam
menimbun
mengalihkan
bahkan membunuh
tapi masih juga tetap merindu
yang adalah api yang terus berkobar
membara dan bergelora
bergelora dan membara (entah apa bedanya)
menyiksa
setiap hembusan nafas terus tersiksa
(ohh bebaskanlah)
"Temukanlah aku yang ternyata tak bisa menemukanMu
temukanlah sebelum harapku terlalu letih
ataukah ini tak berarti apa-apa
namun kumohon
temukanlah aku.......please.."
Jiwaku mulai terkulai melemah dalam lelah
hatipun letih meniti hari-hari sepi
jari-jariku hanya bisa menulis puisi ini
karena ini kisah yang sulit diungkap dalam kata lagi
karena sebuah rindu
yang walau kuingin itu mati
namun tetap terus membuat hati terusik lagi dan lagi
Rasa yang tak terkejar
namun adalahg api yang terus berkobar
membara dan membara
tak pernah sekalipun padam
menyiksa
di setiap kata-kata ini tersiksa
(tolong aku...)