Jumat, 19 November 2010

Mengapa Kau Membuatku Membacakan Puisi di Bawah Bintang-bintang






Mengapa kau membuatku

membacakan puisi di bawah bintang-bintang

dan mengheningkan rindu

di bawah bayang-bayang senja yang panjang



kibaskan kata-kataku

jangan pernah mau tahu

rindu......

lepaskan bayang-bayangmu

dan jangan pernah mau terayu

rindu......


kucoba terus diam dalam hasratku

menepuk-nepuk debu kenangan di teras hatiku

lalu pergi menyendiri di ruang biru

Ah... kekasih yang tak tersentuh...


mengapa kau membuatku

membacakan puisi di bawah bintang-bintang

dan mengheningkan rindu

di bawah bayang-bayang rembulan......


28 komentar:

  1. yea karna keindahan bintang-bintang dan cahaya rembulan mampu memberi kehangatan pada hati saat hati berselimut kerinduan pada seseorang yang jauh di sana.
    Jiah puitis bgt aku *teplook pipine*

    BalasHapus
  2. Pasti lebih romantis kalau ditambah petikan gitar akustik....
    another great poems from Seiri :)

    BalasHapus
  3. Bacanya tambah klop ditemani alunan musik dari blog ini - LOve Story.

    BalasHapus
  4. Uhmmmmmm Like Like Like..

    BalasHapus
  5. tp mang indah bgt kalu baca puisi di bawah bintang yang bertaburan disertai instrumen musik kitaro, keren

    BalasHapus
  6. yaa...karna..aku lagi pergi jauh...
    mengemban tugas negara....
    bertempur di medan laga....menyabung nyawa...demi bintang2 yang kuharap masih terus kulihat...setiap malamnya...mengenangmu.

    BalasHapus
  7. karena semakin larut dalam nuansa maka akan semakin ngerti akan makna hening...he.he.he

    BalasHapus
  8. Hmm kekasih yang tak tersentuh....mengheningkan rindu.
    Indah sekali mbak Seiri :)

    BalasHapus
  9. well nice picture... :D

    ditambah backgruound puisi... (atw puisi yang di bekingi gambar?) :D

    BalasHapus
  10. indah sekali :)meski terasa kegetiran...

    BalasHapus
  11. biarlah kau tetap membacakan puisi2 itu..
    meski hanya di bawah bintang2 yang ditemani bayang2 rembulan yg redup...
    ia kan tetap mendengarnya...
    tak peduli kau lantang atau lirih membacakannya...

    BalasHapus
  12. akhirnya seiri kembali berpuisi

    BalasHapus
  13. so sweet..........
    image nya keren...

    BalasHapus
  14. nampaknya bintang-bintang itu telah membiaskan sosoknya dalam heningnya rindumu, sobat.
    apapun akhir perjalanan cinta, itulah bukti CintaNYA yang hakiki.

    BalasHapus
  15. Rangkaian kata-kata yang indah disertai dengan gambar ilustrasi yang indah pula.

    BalasHapus
  16. seperti kata exort, akhirnya puisi indah datang lagi :)

    BalasHapus
  17. Puisinya keren banget mbak... aku suka deh.

    BalasHapus
  18. Kenapa jadi dokter mbak..? Kenapa gak jadi sastrawan aja..? Puisi hasil karya mbak bagus2 lho...

    BalasHapus
  19. Haduh, jadi inget kisah lama nih. Hiks.

    BalasHapus
  20. mengapa oh mengapa? kau tak segera beranjak? atau kau pilih diam khidmat dalam cintaku? wkwkwkk...

    BalasHapus

do not leave before say anything, please

follow me and i follow you, but don't forget to leave some coments at my post..