Rabu, 11 November 2009

Met Malam, Sayang....

Berbicaralah pada angin


dan senja yang tak akan pernah menjadi biru


Tak mau mengingat apa yang kutanyakan pada embun


dia yang diam dan berlalu dalam jingga





Sejujurnya pada sepi di wajahmu


telah sejenak membuatku lupa kalau


aku tak bisa terlalu jauh berlari menggapai


(walau bisa terlalu berani)


mengejar apa yang tak ada di jalanku


Walau telah menggebu harap dan hasrat


namun aku harus tahu itu.....




Rasa yang tak akan pernah ku ubah  menjadi kata


walau menggubah mimpi-mimpi


dan dawai hati sesaat melagu rindu


(hanya bisa diam-diam berpuisi pada wajah sepimu)


Ahh....


sejujurnya pada sepi di wajahmu


telah sejenak membuatku lupa apa itu....


Lalu....


Berbicaralah saja pada angin


dan senja yang tak akan pernah menjadi biru


Tak mau mengingat apa yang ku bicarakan pada embun


dan aku hanya mau diam dan berlalu dalam jingga....


"Met malam, Sayang...."

5 komentar:

  1. selamat siang sayang...
    aku jadi jingga ....lam kenal

    BalasHapus
  2. senja tak kan pernah menjadi biru,
    meski bisa saja aku menjadi pelangi bagimu.

    sayang,...
    ucapkan sekali lagi.
    bisikanmu tentang malam,
    yg menghadirkan kejora di indah matamu.

    sayang,selamat malam...jg

    * ^_^
    hihihi....

    BalasHapus
  3. @prabu: trims ya
    jingga itu manis buatku

    @Senja: terima kasih mau jadi pelangi bagiku....


    sayang....

    xixixixixi

    lagi obral sayang niy... hehehehehe

    BalasHapus
  4. puisinya indah mbak... salam kenal ya...

    BalasHapus
  5. @albertus: trims..
    salam kenal juga...

    BalasHapus

do not leave before say anything, please

follow me and i follow you, but don't forget to leave some coments at my post..