
Mimpi-mimpi menjejali pandangan mataku,
mengkaburkan objektifitas...
Ahh Realita di mana gerangan dirimu?
Aku ingin memeluk ketidaksempurnaanmu dan menginjak mimpi
Harusnya mimpi ku remukkan
Setelah menjatuhkanku dari tingkap-tingkap langit damba yang merayu jiwa terbang bersamanya
Harusnya mimpi kuhempas dan berbalik menggenggam tanganmu yang apapun yang terjadi selalu setia menghapus airmata dan berbisik aku harus kuat melihat semuanya..
Sekarang, aku hanya ingin menangis di bahumu yang tak pernah memberikan kelembutan karena hidup selalu keras
Aku hanya ingin memeluk ketidaksempurnaanmu dan meremukkan mimpi-mimpi di kakiku
Sejenak melihat senyummu dan wajahmu yang penuh scar namun hangat berdetak adalah kehidupan
Ingin kuletakkan kepalaku di pangkuanmu dan bersama meresapi apa itu sepi dan nyeri dikalahkan hari
Ingin ku sandarkan diriku di dadamu dan bersama menyadari dan belajar mengerti apa itu terluka dan harus bangkit kembali
Hanya ijinkanlah....
(Wajah ini sembab bersimbah airmata di pangkuanmu...)
Powered by Telkomsel BlackBerry®