Sabtu, 16 Juli 2011

Di Usai Sebuah Mimpi

Usai mimpi malam ini kuharap hatiku berubah..
di derai hujan dan berbalut dingin kuharap hatiku beku saja..
sampai besok mentari menyapa kita di peraduan masing-masing kuharap hatiku tak akan bergeming..
melepas segala ketidakjelasan dan setengah keputusasaan kuharap hatiku diam-diam saja..
mendengar detak waktu dihitung mundur dan menggantung resah di sela-sela canda... sudahlah..
anggap tak pernah ada ^^

Powered by Telkomsel BlackBerry®

10 komentar:

  1. Mimpi apakah gerangan? kuharap kebekuan itu segera mencair saat hangatnya sinar mentari menelusuri rongga-rongga jiwa...

    Pakabar Bu Dokter?

    BalasHapus
  2. sudahlah. jangan biarkan hatimu itu beku dan tak bergeming hanya karena sebuah mimpi :)

    BalasHapus
  3. salam sahabat
    salam dari Cina dan sekalian saya folow hehehe mimpi menjadikan semangat dan oenguat namun mimpi juga kadang bikin ribet karena belum bisa menyikapinya hihihi

    BalasHapus
  4. mimpi hanyalah bunga tidur yang semu
    tak nyata tapi terasa

    BalasHapus
  5. usai mimpi malam ini, mari kembali menghadapi kenyataan :)

    BalasHapus
  6. Senang membaca blog anda lagi diiringi dengan lagu love Story yang dimainkan dengan piano.

    NB: foto nya cakep

    BalasHapus
  7. mimpi indah bearti indah, moga indah :)

    BalasHapus
  8. Seiri....
    lama tak melihat blog mu, agak kaget melihat tulisanmu dan ada rasa sedikit berdosa kepadamu (ada perasaan bersalah disana).

    Ketika kita menghadapi suatu keadaan : antara ketidak pastian dan keputusasaan, yang paling dominan yang bisa kita lakukan adalah hanya duduk diam, menunduk atau menatap sesuatu yang ga jelas arahnya.

    Tapi semua itu adalah manusiawi, terkadang aku juga sering mellow.

    Kalo boleh aku mengingatkan kepadamu, yang terpenting sekarang ini adalah hiduplah mengalir apa adanya, kemana arah kita, sesungguhnya kita sendiri tidak tahu, karena apa ? KUASA ALLAH atas diri kita yang bernyawa, kita hanyalah 'wayang' dan tugas kita hanya berharap, memohon dan berusaha agar seperti yang kita butuhkan, sekali lagi seperti yang kita 'butuhkan' sebab apa Allah hanya akan perkenankan doa atas dasar KEBUTUHAN bukan pada keinginan terlebih hanya sebuah angan.

    Semoga yang kutulis ini tidaklah mengguruimu atau mendektemu, aku hanya ingin mengajak bahwa itu lah realita dari hidup ini terhadap hidup kita. Dan semoga hatimu kembali tenang.

    itu saja ya De...
    Salam - Satrio

    BalasHapus

do not leave before say anything, please

follow me and i follow you, but don't forget to leave some coments at my post..